Selasa, 20 Maret 2012

Televisi dan Dampaknya (Rangkuman)


TELEVISI DAN DAMPAKNYA
Oleh : Ade Kurnia



Pada tahun 1925 seorang warga negara Skotlandia yang bernama John Baird mengadakan pertunjukan pertama televisi di kota London. Sedangkan John Baird bertempat tinggal di dekat Glasgow (Skotlandia).
Serupa bioskop dan penemuan-penemuan besar lainnya, tidak seorangpun dapat mengetahui dengan pasti siapa sebenarnya orang yang pertama sekali menemukan pesawat televisi. Tapi John Baird adalah seorang yang mula-mula mengadakan pertunjukan televisi tersebut.
Bagi sebagian besar orang, televisi merupakan media yang paling ampuh untuk mengusir rasa jenuh dan bosan. Kesibukan yang tiada henti membuat sebagian orang sulit untuk memperoleh hari libur, dan ketika ada sedikit waktu luang pilihan pun langsung tertuju untuk menonton televisi. Begitu banyak orang yang menonton televisi dan sukar untuk menghentikannya. Bagi sebagian orang mungkin terdapat istilah “hidup terasa hampa tanpa televisi”. Oleh karena itu mereka terus menyaksikan televisi sepanjang hari. Apakah andapun demikian?
Televisi (dan media massa yang lainnya) dicari dan dikembangkan untuk kemudahan manusia. Minimal ada empat fungsi utama yang ingin didapatkan dari media-media tersebut yaitu sebagai media hiburan, media informasi, media edukasi/pendidikan, dan sebagai media dakwah. Namun ironisnya, televisi sebagai media hiburan tampaknya lebih dominan, bahkan merajai porsi tayangan. Dan pada akhirnya menimbulkan akibat-akibat buruk dari televisi yang rentan bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Diantara dampak negatif dari tayangan televisi yang bisa disebutkan, yaitu :
1.      Mengajarkan tayangan kekerasan, seperti tayangan Smackdown dan semisalnya.
2.      Mengajarkan hedonisme, konsumerisme, materialisme dan permisivisme (hidup serba boleh ) serta paham lain yang jauh dari Islami.
3.      Media gosip (ghibah) dan mempergunjingkan aib orang lain.
4.      Mengajarkan pornografi.
5.      Mengajarkan model-model/pakaian yang tidak Islami dan cenderung menyerupai pakaian orang kafir (tasyabuh).
6.      Pemberhalaan artis-artis luar dan dalam negeri, dan ini sangat memprihatinkan karena menyebabkan anak-anak kehilangan figur idola yang menjadi panutan.
7.      Mengajarkan angan-angan kosong yang jauh dari realita serta hidup yang serba instan dan tanpa usaha, dan pada akhirnya menempuh jalan pintas seperti perjudian, perdukunan, ramalan dan semacamnya.
8.      Melalaikan diri dari perintah Allah.
9.      Mengajarkan khurafat, takhayul, mistis dan syirik melalui tayangan-tayangan perdukunan/paranormal. Dan hal ini tidak hanya tersebar di dalam televisi, akan tetapi juga marak di koran-koran dan majalah-majalah murahan.
10.  Bila ditonton terlalu lama, televisi bisa menyebabkan kerusakan mata dan pemborosan energi, serta kadar kolesterol meningkat.
11.  Menjajakan propaganda Yahudi dan Nasrani.
12.  Menyebabkan penyakit Alzheimer (pikun yang akut) menurut penelitian Dr. Robert Friendland, seorang dokter spesialis syaraf dari Case Western University Hosipital of  Medicine, Amerika Serikat (Elfata Vo. 4 No. 11/2004).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar