Selasa, 20 Maret 2012

Profil Ilmuwan


1.    ALBERT EINSTEIN (Penemu Teori Relativitas / Jerman)

Albert Einstein adalah penemu teori relativitas, dari teori relativitas itu bisa dikembangkan untuk membangkitkan suatu energi yang sangat besar dan kemudian dikenal sebagai energi atom. Bom atom adalah salah satu hasil dari terapan teorinya, dan ia sangat kecewa sekali ketika Amerika Serikat menggunakan bom atom pada Perang Dunia II di Hiroshima dan Nagasaki Jepang. Sebenarnya yang ia inginkan dari hasil temuannya itu bisa digunakan untuk hal-hal positif yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Einstein dilahirkan di Jerman tahun 1879 berdarah Yahudi. Masa kecilnya ia habiskan di Italia dan beranjak dewasa ia pindah ke Zurich, Swiss. Semasa sekolah Einstein muda selalu diabaikan oleh kepala sekolah dan gurunya karena ia dianggap idiot. Sampai umur 15 tahun, nilainya sangat jelek pada semua mata pelajaran, kecuali sepakbola, Einstein sangat jago untuk yang satu ini. Einstein sampai dikeluarkan dari sekolah karena dianggap begitu idiotnya. Ternyata ramalan gurunya salah besar, karena di rumahnya Einstein diajari oleh ibunya dengan sabar. Akhirnya Einstein sangat serius mempelajari berbagai Ilmu Fisika. Ia sangat suka melakukan percobaan sendiri di rumah dan di kampus. Ia menyukai hal-hal baru dan melakukan terobosan. Pada saat berumur 26 Tahun, ia menulis makalah ilmiah tentang penemuannya. Tulisannya mampu mengubah cara berpikir ilmuwan. Setelah menjadi warga negara Swiss, Einstein bekerja di kantor paten. Tugasnya adalah menguji permohonan paten, pada tahun 1914 ia ikut keluarga pindah ke Jerman. Waktu terus berjalan sampai akhirnya Einstein menemukan Teori Umum Relativitas. Dia juga menemukan persamaan E = MC2, sebuah rumus untuk membuat bom atom yang dahsyat. Pada tahun 1921, dia menerima hadiah nobel bidang Sains, ketika menerima hadiah Nobel di Stockholm (Swedia), Einstein pergi naik kereta api kelas 3 (Ekonomi) dengan membawa biola usangnya. Einstein yang keturunan Yahudi ini sangat tersiksa karena saat itu di Jerman NAZI yang dipimpin oleh Adolf Hittler yang anti yahudi sedang berkuasa. Setelah tak tahan, ia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1933. Penemuan Einstein tentang teori Relativitas membuat perubahan besar-besaran dalam ilmu pengetahuan. Berkat penemuannya tersebut, memungkinkan ditemukannya laser, televisi, komputer, dan perjalanan ruang angkasa. Namun kabarnya teori Relativitas Einstein akan dikaji ulang keabsahannya, tapi hasilnya belum dapat diketahui. Ungkapan Einstein yang terkenal adalah : “Ilmu Tanpa Agama Akan Buta, Agama Tanpa Ilmu Akan Lumpuh”.
(Sumber : Majalah Asuh, Th. 2, Edisi 13 Rajab/Syaban 1425 H/September 2004, dengan tambahan dan perubahan).


2.    THOMAS ALFA EDISON (Penemu Bola Lampu / Amerika Serikat)
Thomas Alfa Edison adalah seorang ilmuwan yang pertama kali menemukan energi listrik bisa diubah menjadi benda pijar. Penemuannya itulah sekarang yang kita kenal sebagai bola lampu. Penemuannya sangat berguna bagi kehidupan manusia, karena dengan adanya lampu bisa membantu kita dalam mengerjakan banyak hal. Thomas Alfa Edison pernah berkata, "Bahwa untuk sukses, 1% ditentukan oleh bakat dan 99% ditentukan oleh kerja keras." ARISTOTELES / Yunani Aristoteles lahir di Stagirus, Macedonia pada tahun 384 SM, dia dikenal sebagai bapak Ilmu Pengetahuan, ahli Filsafat terbesar di dunia sepanjang jaman. Bapak Peradaban Barat, Bapak Ensiklopedi atau gurunya para ilmuwan adalah berbagai julukan yang diberikan para ilmuwan. Berbagai temuannya seperti logika (yang disebut juga Ilmu Mantik) yaitu pengetahuan tentang cara berpikir dengan baik, benar dan sehat, membuat namanya begitu dikenal oleh setiap orang di seluruh dunia yang pernah mengecap pendidikan. D ia yang mengatakan bahwa “manusia adalah mahluk sosial”, bahwa kunci pengetahuan adalah logika, dan dasar pengetahuan adalah fakta.

3.    HENRY DUNANT (Bapak Palang Merah se-Dunia / Swiss)
Henry Dunant adalah pendiri organisasi Palang Merah yang berkembang hingga sekarang. Palang Merah didirikan berawal dari keprihatinan Henry Dunant kepada para korban Perang Dunia I, yang kala itu banyak mengalami luka-luka dan tidak mendapatkan perawatan semestinya. Pada perkembangan selanjutnya, Palang Merah tidak hanya mena ngani para korban perang tetapi juga menangani hal-hal yang berhubungan dengan bencana, kesehatan dan bantuan kemanusiaan lainnya, pekerjaan itu sangat mulia karena membantu sesama umat manusia. Dan sampai sekarang, Palang Merah hampir ada di seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Atas jasanya, bendera negara Swiss adalah tanda plus (+) merah, sebagai penghormatan kepada Henry Dunant yang pada saat itu memakai tanda itu dalam kegiatannya.

4.    ALEXANDER GRAHAM BELL (Penemu Telepon / Skotlandia)
Alexander Graham Bell lahir di Skotlandia tahun 1847. Ketika berusia 25 tahun, dia membuka sekolah di Boston untuk guru-guru tunarungu. Awalnya ia membuat alat bantu pendengaran untuk kaum tunarungu yang pada akhirnya ia kembangkan menjadi telepon. Pada tahun 1885, Bell dan keluarganya pindah ke Cape Breton Island di Nova Scotia. Disanalah ia mendirikan laboratorium dan telepon adalah hasil penemuan jenius Bell. Selain itu, Bell juga menciptakan prototipe mesin faksimili. Bell meninggal tahun 1922 dalam usia 75 tahun. Banyak penemuan berharga Bell yang telah dikembangkan bagi perkembangan teknologi dunia yang hingga kini hasilnya bisa kita rasakan dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia.

5.    ALFRED BERNHARD NOBEL (Pencetus Hadiah Nobel / Swedia)
Lahir di Stockholm (Swedia), 21-10-1833, kemudian ia pindah ke St. Petersburg, Rusia. Ayahnya Immanuel Nobel memiliki pabrik torpedo dan ranjau. Di usia 16 tahun telah menguasai ilmu kimia juga berbagai bahasa, usia 17 tahun memperdalam ilmu kimia di Paris. Sekembalinya ia bergabung dengan perusahaan ayahnya, bertepatan dengan terjadinya Perang Krim (1853-1856), namun setelah perang usai pabrik mereka pun bangkrut. Nobel kembali ke Swedia dan mendirikan pabrik nitrogliserin (bahan peledak cair). Tahun 1864, pabrik ini meledak. Kemudian Nobel kembali melakukan eksperimen penaklukan nitrogliserin. Tanpa sengaja, ia melihat nitrogliserin yang cair itu menetes ke tanah yang berkapur. Perpaduan antara nitrogliserin dengan tanah berkapur itu maka lahirlah dinamit yang cukup aman. Ia pun memproduksi dinamit dan menjadi kaya raya. Karena temuannya juga digunakan sebagai senjata dalam peperangan dan mengakibatkan banyak korban. Nobel pun menyesal. Dalam wasiatnya menyebutkan agar sebagian hartanya disumbangkan untuk ilmu pengetahuan dan perdamaian.

6.       HOWARD HATHAWAY AIKEN (Penemu Komputer Pertama Kali / Amerika Serikat)
Komputer pertama kali dibuat jauh berbeda baik bentuk, ukuran, fungsi, maupun kemampuan. Tingginya 2,4 m, panjang 15 m, berat 35 ton, membutuhkan kabel sepanjang 800 km, dan 3 juta sambungan. Aiken adalah penemunya di Hoboken New Jersey AS, 9 Maret 1900. Kuliah di Universitas Wisconsin dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Harvard tahun 1953. Dengan dibantu oleh tiga orang insinyur lainnya mengerjakan proyek pembuatan mesin hitung elektronik. Tahun 1994 jadilah komputer yang diberi nama Harvard Mark I yang kemudian digunakan oleh angkatan laut AS. Cara mengopersikannya tidak semudah komputer pada saat ini yang jauh lebih mudah dan berkemampuan tinggi. Mungkin Aiken tidak membayangkan bahwa komputer yang awalnya ia buat sebesar gedung itu saat ini menjadi sangat ringkas. Aiken meninggal di St. Louise, Missouri, AS, 14 Maret 1973.

7.    MARIE SKLODOWSKA CURIE (7 November 1867-4 Juli 1934 / Polandia)
Marie Sklodowska Curie adalah perintis dalam bidang radiologi dan pemenang hadiah Nobel dua kali, yakni Fisika pada tahun 1903 dan Kimia pada tahun 1911. Ia mendirikan Curie Institute. Bersama suaminya, Pierre Curie, ia menemukan unsur radium. Marie Curie adalah salah satu dari sedikit orang yang memenangi dua hadiah Nobel dalam dua bidang. Marie Curie adalah salah satu peneliti terpenting dalam bidang radiasi dan efeknya sebagai perintis radiasi. Catatan miliknya bersifat radioaktif, sampai baru-baru ini seorang cucu perempuannya mendekontaminasinya. Marie Curie dibesarkan di Polandia dalam keluarga guru. Karena krisis di Polandia, ia jatuh miskin dan harus hidup hemat. Yang lebih menyedihkan lagi, ia harus sembunyi- sembunyi untuk belajar. Baru setelah dia pergi ke Paris untuk bersekolah di Universitas Sorbonne maka dia dapat lebih leluasa untuk melakukan riset. Sampai akhirnya dari bekalnya itu, dia mampu mengisolasi radium dari laboratoriumnya yang sederhana. Dari sinilah awal kepopulerannya. Dedikasinya yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan sangatlah tinggi. Sampai saat ini, belum ada lagi perempuan dengan talenta dan dedikasi yang demikian besar terhadap ilmu pengetahuan. Marie Curie terus bekerja dan menyelidiki nuklir dan radioaktif hanya di dalam laboratorium sederhana tanpa mau memikirkan diri sendiri. Bahkan ia tidak mau mendaftarkan penemuannya ke paten karena terlalu berpegang teguh pada prinsip, “Ilmu pengetahuan adalah untuk umat manusia.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar